
Kegelisahan merupakan perasaan tidak tenang yang sering muncul akibat tekanan hidup, masalah ekonomi, konflik keluarga, ketidakpastian masa depan, maupun beban pikiran yang terus menumpuk. Jika tidak diatasi dengan baik, kegelisahan dapat mengganggu kesehatan mental, kualitas ibadah, dan hubungan sosial seseorang. Islam sebagai agama yang sempurna memberikan solusi yang menenangkan dan menyejukkan jiwa, salah satunya melalui doa mohon perlindungan dari kegelisahan.
Doa bukan sekadar rangkaian kata, melainkan bentuk penghambaan dan penyerahan diri kepada Allah SWT. Dengan doa, seorang Muslim mengakui kelemahannya dan meyakini bahwa hanya Allah-lah tempat berlindung yang sejati dari segala kegelisahan dan kesempitan hati.
Dalam Islam, kegelisahan (qalq atau hamm) dipahami sebagai kondisi hati yang tidak stabil dan jauh dari ketenangan. Kegelisahan sering muncul ketika seseorang terlalu bergantung pada urusan dunia dan melupakan kekuasaan Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
“Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh baginya kehidupan yang sempit.”
(QS. Thaha: 124)
Ayat ini menjelaskan bahwa kegelisahan hati erat kaitannya dengan jauhnya seseorang dari dzikir dan ketaatan kepada Allah SWT.
Beberapa penyebab utama kegelisahan menurut pandangan Islam antara lain:
Islam tidak menafikan perasaan gelisah, tetapi mengajarkan cara mengelolanya agar tidak berlarut-larut.
Doa memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah selain doa.”
(HR. Tirmidzi)
Ketika seseorang dilanda kegelisahan, doa menjadi jalan untuk menenangkan hati, menumbuhkan harapan, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Doa juga menjadi sarana untuk mengubah kegelisahan menjadi ketenangan dan keyakinan.
Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus untuk memohon perlindungan dari kegelisahan dan kesedihan:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, serta dari beban utang dan penindasan manusia.”
(HR. Bukhari)
Doa ini mencakup perlindungan dari berbagai kondisi batin yang sering menjadi penyebab utama kegelisahan.
Selain doa dari hadis, Al-Qur’an juga mengajarkan doa-doa yang menenangkan hati, di antaranya:
Doa Nabi Musa AS:
“Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku.”
(QS. Thaha: 25)
Kelapangan dada adalah kunci utama terbebas dari kegelisahan dan tekanan batin.
Doa Nabi Yunus AS:
“Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.”
(QS. Al-Anbiya: 87)
Doa ini sangat dianjurkan dibaca ketika seseorang berada dalam kegelisahan dan kesulitan hidup.
Selain doa, dzikir memiliki peran penting dalam meredakan kegelisahan. Allah SWT berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
Beberapa dzikir yang dianjurkan saat gelisah antara lain:
Dzikir yang dilakukan secara rutin akan membantu hati menjadi lebih tenang dan lapang.
Agar doa mohon perlindungan dari kegelisahan lebih efektif, Islam mengajarkan beberapa adab berdoa:
Rasulullah SAW bersabda:
“Berdoalah kepada Allah dengan yakin bahwa doa itu akan dikabulkan.”
(HR. Tirmidzi)
Berdoa ketika gelisah mengandung banyak hikmah, di antaranya:
Dengan doa, kegelisahan tidak lagi menjadi beban, tetapi sarana untuk semakin dekat kepada Allah.
Doa mohon perlindungan dari kegelisahan menurut Islam adalah solusi spiritual yang menenangkan dan menyejukkan jiwa. Dengan memperbanyak doa, dzikir, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, seorang Muslim akan memperoleh ketenangan hati dan kekuatan dalam menghadapi berbagai tekanan hidup. Jadikan doa sebagai tempat berlindung setiap kali kegelisahan datang, karena Allah SWT adalah sebaik-baik Pelindung dan Penolong.